Thursday, 13 August 2026
Nasional

Kapolda Sampaikan Amanat Presiden soal Semangat Jaga Jakarta

Kapolda Sampaikan Amanat Presiden soal Semangat Jaga Jakarta

Kapolda Metro Jaya menyampaikan amanat Presiden tentang semangat Jaga Jakarta yang responsif, profesional, berkeadilan, dan humanis sebagai representasi kehadiran negara di tengah masyarakat. Kapolda menyampaikan enam direktif Presiden sebagai pedoman moral dan arah pelaksanaan tugas bagi anggota Polri. Enam direktif Presiden tersebut mencakup menjaga kepercayaan rakyat, menjadi polisi dekat dengan rakyat, menegakkan hukum dengan adil, meningkatkan profesionalisme, memperkuat sinergi, dan tidak berhenti memperbaiki diri.

Sementara itu, menurut Kapolda, Nugraha Sakanti bukan sekadar simbol, melainkan bentuk kepercayaan negara atas ketulusan pengabdian jajaran dalam menjaga dan melayani Jakarta. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri menyampaikan amanat Presiden Republik Indonesia, “Tanamkan semangat Jaga Jakarta. Jadilah insan Polri yang teguh menjaga amanah, responsif dalam pelayanan, profesional, berkeadilan, dan humanis sebagai representasi kehadiran negara dalam menjaga keamanan dan kehormatan ibu kota negara” Kapolda menegaskan Nugraha Sakanti wajib dimaknai sebagai amanah negara dan kepercayaan masyarakat yang melekat pada setiap insan Polda Metro Jaya.

Pada bagian lain amanatnya, upacara Tradisi Penyerahan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti Polda Metro Jaya dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri. Kapolda mengajak jajaran menjadikan Nugraha Sakanti sebagai energi baru untuk mempersembahkan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Dalam kesempatan itu, amanah itu diwujudkan lewat kehadiran Polri yang membawa rasa aman, melayani dengan tulus, menegakkan hukum adil, dan menjaga kehormatan ibu kota.

Kapolda menyatakan Nugraha Sakanti bukan garis akhir pengabdian, melainkan pendorong moral agar jajaran Polda Metro Jaya terus bekerja lebih baik. Lebih lanjut, kapolda menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban Jakarta tidak mungkin dilakukan Polri seorang diri tanpa dukungan pihak lain. Kapolda menutup amanat dengan semangat Jaya Dharma Sevaka sebagai tekad Polda Metro Jaya untuk sukses dalam menunaikan tugas dan pengabdian demi keamanan, kehormatan, dan kemajuan ibu kota negara.

Berita Terkait