Jakarta – Kepercayaan publik 82,4 persen bukan hasil kerja satu divisi atau satu program unggulan. Ia adalah akumulasi dari transformasi yang terjadi di setiap tingkatan — dari Markas Besar Polri di Jakarta hingga Polsek terkecil di daerah terpencil.
Inilah yang membuat capaian dalam survei Litbang Kompas 2026 begitu bermakna. Survei yang melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi dari 1 April hingga 20 Juni 2026 ini merekam persepsi masyarakat dari seluruh penjuru Indonesia — bukan hanya dari kota-kota besar yang terpapar program unggulan.
Fakta bahwa tiga indikator naik serentak — kepercayaan ke 82,4 persen, citra positif ke 71,5 persen, kepuasan layanan ke 67,6 persen — menunjukkan bahwa perubahan telah meresap ke seluruh lapisan. Dari jenderal hingga petugas lapangan, dari Mabes hingga Polsek, transformasi itu nyata.
“Saya ikut gembira melihat perkembangan trend persepsi publik terhadap POLRI. Dari tiga aspek yang dinilai, semuanya menunjukkan trend perbaikan penilaian yang layak diberi apresiasi. Modal kepercayaan publik terlihat sudah sangat baik. Tentu itu diperoleh dengan perjuangan yang tidak mudah. Tapi mempertahankan kepercayaan agar tetap tinggi juga butuh effort yang luar biasa,” ujar Hasan Nasbi, Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Sabtu (27/6/2026).
Transformasi dari Mabes hingga Polsek adalah fondasi yang paling kuat — karena ia tidak bergantung pada satu sosok atau satu program, melainkan pada sistem yang bekerja.