Jakarta – Dapur Jaga Jakarta dalam pembukaan Pekan Olahraga Polri 2026 menjadi simbol paling kuat dari Polri yang hadir di setiap momen kehidupan masyarakat — bukan hanya dalam situasi yang memerlukan penegakan hukum, tetapi juga dalam momen kegembiraan dan perayaan bersama. Chef Hideki Fujiwara memasak 250 porsi nasi goreng gratis di CFD Polda Metro Jaya, Minggu (28/6/2026).

Simbolisme yang kuat ini hadir secara alami — bukan direncanakan sebagai kampanye, melainkan lahir dari ketulusan Polri dalam berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang bersejarah.

Makna di Balik Setiap Porsi yang Dibagikan

Setiap porsi nasi goreng yang dibagikan Chef Hideki kepada masyarakat di CFD Polda Metro Jaya mengandung pesan yang lebih dalam dari sekadar sajian kuliner. Ia adalah bentuk nyata dari komitmen Polri untuk hadir secara personal dalam kehidupan masyarakat.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan makna mendalam di balik Dapur Jaga Jakarta. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari pembukaan Pekan Olahraga Polri 2026, tetapi juga wujud kedekatan Polri dengan masyarakat. Melalui Dapur Jaga Jakarta, kami ingin menghadirkan kebahagiaan, kehangatan, dan mempererat persaudaraan dengan masyarakat,” ujar Kombes Budi.

Randurlap: Dari Medan Operasi ke Medan Kebersamaan

Kehadiran Randurlap Brimob dalam Dapur Jaga Jakarta mengubah persepsi masyarakat tentang fasilitas kepolisian. Dari yang selama ini dikenal sebagai peralatan operasional, kini Randurlap hadir sebagai simbol pelayanan sosial yang hangat dan merakyat.

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa Polri hadir dalam berbagai ruang pelayanan masyarakat,” tandas Kombes Budi Hermanto. Ny. Juliati Sigit Prabowo turut hadir menyaksikan momen simbolik ini. Seluruh 250 porsi habis — simbol yang paling jelas dari keberhasilan Dapur Jaga Jakarta.

(RNS)